Rabu, 07 September 2016

Kejadian Anek Saat Memancing

Namaku Kodar,hari libur ini sudah saya rencanakan untuk memancing bersama temanku yang bernama Edi,ketika saya menyiapkan barang barang yang harus dibawa untuk memancing,tiba tiba Edi sudah datang,Edi tanya kepadaku.

Edi:jadi gak mancingnya?
Saya:jadi dong
Edi:sudah selesai belum menyiapkan barang barang yang harus dibawa?
Saya:sudah,ayo berangkat

Ketika diperjalanan Edi tersandung batu,saat berada di belakangku,sepontan tangannya pegang celanaku.Jadi celanaku melorot kebawah.Saat celanaku melorot kebawah ada anak anak kecil yang melihatnya,jadi anak anak kecil itu tertawa.Lalu celanaku aku naikkan lagi.Setelah kejadian itu,tidak lama,kira kira tiga puluh menit sudah sampai di sungai yang di tuju.

Ketika sampai di sungai,saya langsung mengayunkan pancing ke sungai,kira kira satu jam aku menunggu,baru pancing saya mulai terasa berat,jadi langsung aku tarik sekuat tenaga,eh ternyata yang nyangkut di pancing adalah sepatu butut.Karena aku fokus memancing,setelah melepas sepatu butut yang nyangkut di pancing,aku melempar sepatu itu sembarangan,gak sengaja kena kepalanya Edi,Edi bilang

Edi:ngapain kamu nimpuk saya pake sepatu butut?,sudah kotor lagi
Saya:aku gak sengaja,aku minta maaf,aku gak tahu kalau kamu di situ,mending kita mulai mancing lagi.

Saat saya mengayunkan pancing ke dua kalinya,tidak lama pancingku terasa agak berat,lalu aku tarik sekuat tenaga,ternyata yang nyangkut di pancing adalah kepiting besar,karena  saya takut kepiting besar,jadi saya lemparkan ke arah kananku,karena aku lupa melepaskan kepiting dari umpan pancing,jadi kepiting itu balik arah ke kiri,lalu aku menghindari kepiting itu,belum sempat kasih tahu Edi,tiba tiba kepiting itu sudah menjepit hidung Edi,sehingga Edi teriak aduh sakit.Karena mendengar teriakan Edi,saya ingin bantu melepaskan,karena masih dalam keadaan bingung,saya asal tarik pancing saya,maksud hati ingin menolong,tapi yang terjadi hanya menambah rasa sakit Edi,dan yang terjadi adalah tarik menarik antara saya dan Edi,saya menarik kepiting dengan pancing saya,sedangkan Edi menarik kepiting dengan hidung nya yang masih menjepit hidung Edi.Aku tersadar itu cuma menambah rasa sakit Edi,ketika Edi bilang pancingnya jangan ditarik,sakit tau,dasar bodoh.Lalu aku melepaskan tarikanku.

Karena saya dan Edi bingung untuk melepaskannya,lalu aku minta tolong,tolong tolong,temanku di japit kepiting besar.Tapi sudah lama teriak teriak tetap aja gak ada orang yang menolong.Karena gak ada orang yang menolong,maka aku terus berfikir mencari cara untuk melepaskan kepiting dari hidung Edi.Setelah berfikir lama,saya menemukan ide tangan kanan dan kiri membawa batu,terus kedua batu itu memukul kepiting secara bersamaan tepat di tubuh kepiting.Ketika saya memukul kepiting pake batu,yang terjadi adalah isi kepiting yang saya pukul muncrat ke muka Edi dan sebagian masuk mulut Edi.Lalu Edi berkumur pake air sungai yang berada dibawahnya.Aku lihat Edi muntah,setelah berkumur.Muntahnya itu yang di keluarkan dari mulutnya adalah se ekor cacing besar,mungkin cacing itu ikut masuk bersama air yang masuk ke mulut Edi,saat Edi berkumur.

Saya:kalau kamu tidak mau,cacing ini untuk ku saja,entar saya gunakan untuk umpan
Edi:mancing bareng kamu cuma bikin jadi sial terus,mending aku menjauh darimu.
Saya:terserah kamu,entar kalau terjadi apa apa jangan minta tolong atau panggil aku,kan malu malu in.

Kemudian Edi pergi menjauh,dan memilih tempat yang ada pohon yang rindang,setelah mendapatkan tempat yang di inginkan,Edi lalu mengayunkankan pancingnya,ketika Edi mengayunkan pancingnya,ada se ekor ular yang jatuh dari pohon yang berada di atasnya,jatuhnya itu tepat di badan Edi,jadi Edi lari sambil bilang aduh aduh ada ular.Ketika Edi lari,pancingnya hanyut ke sungai,soalnya Edi lupa tidak membawanya saat berlari tadi.

Karena aku mendengar keributan ulah Edi,aku bilang
Saya:ada apa Edi,kok ribut ribut?
Edi:gak ada apa apa,lanjutkan aja mancingnya
Saya:ya udah kalau gak terjadi apa apa

Sebenarnya sih aku tahu,kalau dia tadi kejatuhan ular dan pancingnya hanyut ke sungai.Mungkin dia malu untuk jujur padaku,kemudian Edi aku sindir lagi,

Saya:mana pancingmu?

Ketika Edi saya kasih pertanyaan tadi,Edi jawabnya lama dan cuma diam aja.Terus Edi lama lama menangis tersedu sedu,terus Edi jawab

Edi:pancingku hanyut di sungai,mancing bareng kamu banyak sialnya.
Saya:itu sih bukan sial,tapi nasibnya aja yang lagi jelek.
Edi:mending kita pulang aja yuk,dari pada di sini saya nganggur
Saya:ya udah,kita pulang aja

Tidak ada komentar :
Write komentar